
FAKTA KALTENG – Memasuki tahapan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Barito Utara Versi Pemungutan Suara Ulang(PSU) Ke – 3 yang saat ini, sudah dalam tahapan proses pendaftaran dan Pemeriksaan Kesehatan (RIKES) serta tahapan Verifikasi berkas yang akan di umumkan besok. Untuk status verifikasi kelengkapan persyaratan masing – masing Cabup – Cawab Barito Utara oleh KPUD Barito Utara, yang akan berkompetisi pada 06 Agustus 2025 mendatang dalam Pilkada PSU.
Seorang warga kota Muara Teweh, sebut saja abang Kurik, yang analisa Prediksinya tentang kasus Politik Uang (Money Politic) dan prediksi kedua Paslon yang PSU waktu itu akan sama – sama tereliminasi dan di Diskualifikasi di dalam Putusan majelis Hakim MK RI beberapa waktu lalu.
Kini, bang Kurik. Yang kalau kita lihat – lihat dan diperhatikan, adalah seorang yang memiliki intuisi yang kuat dan analisa dengan akurasi yang tinggi terkait elektabilitas Paslon di Pilkada Barito Utara, menurut feeling bang Kurik secara pribadi.
Faktakalteng.id akan coba rangkumkan hasil wawancara, bersama Bang Kurik untuk pembaca.
Langsung saja, Faktakalteng.id bertanya kepada bang Kurik seorang warga Barito Utara, yang foto dan wajahnya tidak mau dipublikasikan ini. Menyampaikan aspirasinya terkait, bagaimana potensi masing – masing Paslon Cabup dan Cawabup Pilkada PSU ke – 3 Barito Utara, kepada abang Kurik. Di kediamannya, Selasa 10 Juni 2025
Abang Kurik menjelaskan secara panjang lebar. Bahwa, “Masing – masing paslon Calon Bupati memiliki latar belakang yang berbeda, yang pertama Cabup No.01, H Shalahudin merupakan seorang Birokrat (ASN) dulu yang kita ketahui bersama pernah menjabat sebagai Kepala Dinas(Kadis) PUPR Propinsi Kalimantan Tengah, tetapi kurang juga perhatiannya terhadap perbaikkan jalan ke arah DAS Barito khusus, jalan ke arah Barito Utara selama masa menjabat. Sedangkan Cawabup No.02 H Jimmy Carter, kita ketahui juga merupakan seorang dengan latar belakang Politisi di DPRD Propinsi Kalteng, yang kita nilai kurang eksis apirasinya untuk daerah kita, meski mendapatkan suara terbanyak di Dapil DAS Barito waktu itu “Jelas bang Kurik.
Selanjutnya, bang Kurik menyampaikan juga latar belakang masing – masing Cawabup para paslon Kepada daerah itu. Bahwa, “Cawabup No.01 Felix Sonadie merupakan seorang Pengusaha di Barito Utara yang biasa – biasa saja dan tak terlalu menonjol. Sedangkan Cawabup No.02 Inriaty Karawahenie juga berlatar belakang ASN atau dari kalangan Birokrat. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mana saya ada baca juga, kemarin’ di Faktakalteng.id jika taman di depan dinas DLH kondisinya memprihatikan tidak terawat semasa Inriaty menjabat, “Beber bang Kurik’ sambil terkekeh, dengan ekspresi muka masam menilai masing – masing Paslon itu.
Kemudian, abang Kurik menguraikan sedikit prediksinya kepada Faktakateng.id tentang elektabilitas masing – masing Paslon, baik paslon No.01 ataupun paslon No.02, dirinya memprediksi dan menganalisa dengan data dan suara akar rumput yang diserapnya berdasarkan ilmu tumbuh – tumbuhan menurutnya.
“Elektabilitas kedua Paslon masing – masing Paslon itu, saat ini. Hanyalah’ kalau boleh saya jujur menyampaikan, masing – masing paslon Cabup – Cawabup yang berkompetisi hanya mendapatkan dukungan dari masyarakat Barito Utara di angka persentase 22 % – 25 % saja. Silahkan pembaca hitung sendiri. Karena perilaku pemilih diakar rumput, telah berubah total perilaku politiknya. Elektabilitas masing – masing Kontestan Cabup – Cawabup, dimasyarakat berhembus tidak terlalu kencang. Pemilih dan pendukung, tidak terlalu menjagokan atau menggadang – gadang serta mengelu – elukkan para Paslon yang baru ini. Tidak seperti Paslon sebelumnya, tendensius Kontestasi antara Paslon GOGO – HELO Versus AGI SAJA dahulu, sangat antusias, tingkat partisipasi pemilihnya sangat intens dan menjadi trending topik dimasyarakat Barito Utara. “Ungkap Bang Kurik saat diwawancarai.
Mengakhiri, wawancara Faktakalteng.id kepada bang Kurik, “Saya memperkirakan partisipasi pemilih dan pendukung dalam Pilkada PSU ke – 3 ini, sangatlah menurun tajam dan drastis sekali. Karena masing – masing paslon dan Timsesnya, terlalu pasif. Kurang masif dalam melakukan gerakkan, merangkul dan menggalang pemilih. Timses masing – masing Paslon, kurang profesional dalam mempromosikan Paslon Cabup – Cawabupnya. Kampanye untuk merengkuh serta meraup suara akar rumput (Urang – Urang kecil) terasa hambar dan monoton masih cara klasik saja, metode strategi yang mereka pakai kurang canggih dan kurang mutakhir. Kalau saya perhatikan, saat ini mungkin perilaku pemilih, masyarakat sudah jenuh’ makan janji – janji kampanye Politik “Pilkada – Pil KB” (Pilkada Lupa saat jadi, sedangkan Pil KB jadi saat lupa). Cobalah berimprovipasi menggunakan metode yang Fresh dan baru, jangan pakai lagu lama.“Tutup bang Kurik mengakhir wawancaranya sembari tertawa geli, bersama faktakalteng.id.(Van).




