Caption Foto di Medsos warga Muara Teweh, yang keluhkan panjangnya antrian untuk mendapatkan BBM di salah satu SPBU yang ada di kota Muara Teweh.
FAKTA KALTENG – Di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax terjadi dalam seminggu ini, dengan terlihat panjangnya antrian masyarakat pengguna BBM yang harus mengantri untuk mendapatkan BBM di beberapa SPBU yang ada kota Muara Teweh. Selasa 02 Desember 2025.
Hal tersebut mendapatkan perhatian serius seorang warga Muara Teweh, yang biasa di panggil Abang Kurik.
Kepada Faktakalteng.id, bang Kurik menyampaikan keluhannya sebagai warga masyarakat Kota Muara Teweh. Bahwa, “Saya hampir seminggu ini, kira – kira sejak tanggal 20 November lalu, cukup kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite ataupun Pertamax di beberapa SPBU yang ada di dalam kota maupun di sekitaran kota Muara Teweh, “Kata bang Kurik.
Bang Kurik menambahkan keluhannya, “Sejak di tetapkannya Peraturan Mentri ESDM yang saya lihat di berita – berita tentang kebijakan penyaluran dan pengunaan BBM waktu itu. Sangat berpengaruh langsung pada perekonomian keluarga kami yang berpendapatan kecil ini, “Beber bang kurik dengan wajah sedihnya.
Bang kurik, menyampaikan, “Saya untuk berhemat selalu membeli BBM di SPBU, tetapi dengan panjangnya antrian membuat saya terpaksa harus membeli di eceran. Tetapi harga di eceran lumayan juga dalam merogoh kocek, dengan harga Pertalite Rp.17.000 – 18.000 / liter, sedangkan untuk harga Pertamax di eceran ada yang menjual Rp.20.000 – 25.000/liternya, saya tak tahu ya…??! Berapa harga di pelosok desa, mungkin parah lagi saya perkirakan, “Ungkap bang Kurik kepada Faktakalteng.id.
Secara singkat, bang kurik, menyampaikan aspirasinya kepada Bupati H Shalahudin dan wakil juga pihak Pemerintah Daerah Barito Utara, serta dinas instasi terkait.
“Mohon bentuk Satgas dan gelar razia, karena BBM di duga di timbun oleh oknum – oknum nakal, sehingga terjadi kelangkaan dan harga melambung tinggi di Barito Utara, mohon buatkan aturan tegas untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) di Wilayah Barito Utara, mohon di pantau penyaluran dan pendistribusian BBM di SPBU yang ada di Kabupaten Barito Utara apakah tepat sasaran, kemana anggota para DPR tak bersuara saat rakyat kecil tercekik atas mahalnya BBM, pihak – pihak dinas instansi terkait juga, apakah cuma berleha – leha santai saja dan tutup mata dengan keadaan yang terjadi depan mata di Barito Utara ini ?! “Pinta Bang Kurik kesal, sebagai warga Barito Utara. (Van)




