Barito Utara Siaga Satu Hadapi “El Nino Godzilla”, Sekda dan Polres Gelar Pasukan Karhutla

Oplus_16908288

FAKTAKALTENG.ID – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul peringatan yang mengancaman kedepannya, yaitu Fenomena cuaca ekstrem “El Nino Godzilla”. Pada Jumat 17 April 2026 kemarin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Utara, Drs Muhlis, menghadiri Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sarpras) di Mapolres Barito Utara.

​Fenomena “El Nino Godzilla” diprediksi akan membawa kekeringan yang jauh lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya.

Sekda Barito Utara, Drs Muhlis menekankan bahwa kesiapsiagaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya melindungi kesehatan dan stabilitas daerah kita di Barito Utara dari bahaya kabut asap yang membahayakan.

​”Fenomena ini menuntut kerja ekstra dan partisipasi semua pihak. Sinergi antara Pemda, Polri, TNI, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama mitigasi bencana tahun ini yang diprediksi akan kita hadapi,” tegas Sekda Barut waktu itu.

​Usai apel, dilakukan inspeksi dan pengecekan perangkat Sarana dan Prasaran (Sarpras) terhadap alat pendukung nantinya di lapangan, antara lain:

​Alat Pemadam: Pemeriksaan mesin pompa dan panjang selang guna menjangkau titik api di pelosok hutan.

​Armada Operasional: Memastikan kendaraan taktis Polres dan mobil tangki BPBD dalam kondisi prima.

​Sistem Komunikasi: Memastikan koordinasi antarposko di tingkat kecamatan tetap lancar tanpa kendala sinyal.

​Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., menyatakan, “Pihak kami akan memaksimalkan penggunaan aplikasi pemantauan titik panas (Hotspot) untuk deteksi dini. Selain patroli gabungan, Polres Barut juga akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar serta bahaya dan dampak Karhuta selama musim kemarau, “Terang Kapolres Barut.

​Melalui gelar pasukan ini, seluruh instansi terkait di Barito Utara, kini berada dalam satu komando dan pola tindak yang sama untuk meminimalisir dampak buruk dari anomali cuaca tahun 2026 kedepannya.(Van).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *