Musibah Kebakaran di Gang Keluarga Sisakan Duka, Korban Selamatkan Diri dari Kepungan Asap

Faktakalteng.id – Musibah kebakaran yang melanda kawasan Gang Keluarga, Jalan Meranti Dermaga, Muara Teweh, menyisakan duka mendalam bagi sejumlah warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Di balik peristiwa tersebut, tersimpan kisah perjuangan para korban yang berupaya menyelamatkan diri dari amukan si jago merah.

Salah satu korban, Ny Mala, mengisahkan detik-detik menegangkan saat kebakaran terjadi pada Minggu 1 Februari 2026.

Saat itu ia berada seorang diri di rumah dalam kondisi kurang sehat, sementara suami dan anaknya sedang berada di Desa Lahei untuk keperluan keluarga.

Menurutnya, suasana mendadak berubah ketika terdengar suara keributan dari luar rumah. Ketika mencoba melihat keadaan, asap tebal sudah memenuhi hampir seluruh ruangan.

“Saat itu saya sedang berbaring karena sakit. Tiba-tiba terdengar ramai di luar, lalu ketika saya melihat, asap sudah masuk ke dalam rumah,” ujarnya.

Ny Mala sempat berniat kembali masuk ke rumah untuk menyelamatkan sejumlah barang berharga.

Namun kondisi tidak memungkinkan karena asap semakin pekat dan menghalangi akses ke dalam bangunan.

Ia akhirnya memilih menyelamatkan diri dengan turun dari lantai atas dan keluar rumah hanya dengan pakaian yang dikenakan. Seluruh harta benda yang berada di dalam rumah tidak sempat diselamatkan.

Meski harus kehilangan tempat tinggal dan berbagai barang berharga, Ny Mala mengaku bersyukur karena masih diberikan keselamatan dalam musibah tersebut.

Kisah serupa juga dialami Dina, putri dari Nurpansyah, pemilik rumah yang pertama kali diketahui terbakar dalam peristiwa itu. Dengan nada sedih, Dina mengungkapkan bahwa dirinya bersama sang adik berada di rumah ketika api mulai membesar.

Saat kejadian, ibunya sedang berjualan di pasar. Kemunculan api yang begitu cepat membuat mereka tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumah.

“Kami langsung keluar menyelamatkan diri. Tidak ada barang yang sempat dibawa,” tuturnya.

Peristiwa kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan bangunan dan harta benda warga, tetapi juga meninggalkan trauma serta kesedihan mendalam bagi para korban yang terdampak.

Di tengah cobaan yang mereka hadapi, semangat untuk bangkit dan rasa syukur karena selamat masih terlihat dari para korban. Mereka kini berharap adanya dukungan, kepedulian, serta bantuan dari berbagai pihak untuk membantu memulihkan kondisi dan memulai kembali kehidupan yang terdampak akibat musibah tersebut.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *