FAKTAKALTENG – Insiden berdarah kembali terjadi di wilayah hukum Polres Kapuas, Kalimantan Tengah, tepatnya di areal kerja PT Asmin Bara Barunang (ABB), Desa Barunang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Selasa 03 Maret 2026 kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB.
Di rangkum dari berbagai sumber, Upaya penertiban terhadap aksi penghadangan operasional perusahaan tambang tersebut berujung ricuh. Akibatnya, tiga personel kepolisian menderita luka akibat sabetan senjata tajam (sajam), sementara dari pihak warga, dua orang dilaporkan terkena tembakan terukur dari petugas.
Kapolres Kapuas, AKBP Gede Eka Yudharma, S.I.K., M.A.P., melalui keterangan resminya pada Rabu (4/3/2026), membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan keprihatinannya atas adanya korban dari kedua belah pihak yang terlibat bentrokkan dan berharap warga dan semua pihak dapat menahan diri serta tidak mudah terpancing dengan upaya provokasi yang merugikan kita semua.
”Tiga anggota yang terkena bacok dan dua orang massa yang terpaksa dilumpuhkan itu, saat ini sedang dirawat di RS Bhayangkara. Penanganan secara hukum dilaksanakan oleh Krimum Polda Kalteng bersama Satreskrim Polres Kapuas,” ujar AKBP Gede Eka Yudharma.
Adapun kronologis kejadian, bermula
saat jajaran Polres Kapuas yang dipimpin Kasatreskrim AKP Riski Atmaka Rahadi mendatangi lokasi di Jalan Hauling Sekmen 3 kawasan tambang PT ABB. Langkah ini diambil guna merespons laporan masyarakat terkait adanya penghalangan aktivitas perusahaan.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan sekitar 40 orang yang mengatas namakan aliansi masyarakat adat berada di jalur operasional. Kelompok tersebut diduga dipimpin oleh pria berinisial S.I alias Raja Gunung serta S.N alias Dayak Belinga alias Ipang.
Meski Kapolsek Kapuas Tengah, AKP Muhammad Saladin, telah memberikan imbauan secara humanis agar massa membubarkan diri, namun seruan tersebut tidak diindahkan. Kemudian ketegangan kian memuncak saat sejumlah orang yang diduga menghunus senjata tajam jenis mandau dan parang ke arah petugas.
Tindakan Tegas dan Terukur, Aparat sempat melepaskan tembakan peringatan guna meredakan situasi, namun bentrokan fisik tetap pecah di lapangan. Dalam insiden tersebut, tiga anggota Polri mengalami luka-luka, yakni:
Aiptu E.W (luka di bagian kepala).
Bripda P.A (luka di punggung kiri).
Bripda A.T (luka di bagian kepala).
Kapolres menegaskan bahwa tindakan tegas yang dilakukan personel di lapangan telah melalui prosedur yang sah. Mengingat situasi sudah membahayakan keselamatan jiwa petugas, maka dilakukan tindakan terukur untuk melindungi personel dan masyarakat di sekitar lokasi.
”Kami pastikan kepolisian tidak berada dalam posisi sengketa. Kami hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tidak meluas. Saat ini kondisi di lapangan sudah kondusif,” tegasnya lagi.
Pihak kepolisian juga telah mengamankan enam orang yang diduga terlibat langsung dalam insiden tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu – isu serta informasi yang beredar di Medsos. Serta lebih mengedepankan dialog dalam penyelesaian masalah.(Van).
Sumber : https://www.tabengan.co.id/bacaberita/135602/bentrok-di-pt-abb-3-polisi-dibacok-2-warga-dilumpuhkan/

