Warga Barito Utara, Mulai Rasakan Dampak Asap Karhutla, Kualitas Udara di Barito Utara Menurun. Warga Harapkan Instansi Terkait Tanggap Bagikan Masker dan Aktifkan Rumah Oksigen

FAKTA KALTENG – Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap tipis terpantau mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Muara Teweh dan sekitarnya, menyebabkan ke khawatiran kualitas udara mulai menurun serta memunculkan rasa was-was terhadap kesehatan warga masyarakat Barito Utara. Senin 27 Juli 2026.

Sejumlah warga mengaku mulai mencium bau asap, terutama pada pagi dan sore hari. Jarak pandang di beberapa lokasi juga dilaporkan sedikit berkurang akibat kabut asap yang terbawa angin dari titik-titik kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di Barito Utara.

Fenomena serupa juga mulai terjadi di Palangka Raya dan beberapa kabupaten lainnya yang mengalami meningkatnya aktivitas titik api karhutla pada musim kemarau 2026 ini.

Beberapa masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan mulai merasakan gangguan, seperti mata perih, tenggorokan kering, hingga sesak napas ringan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan mulai menggunakan masker apabila kondisi kabut asap semakin pekat.

Beberapa warga Barito Utara, berharap Pemerintah Barut dan instansi terkait aktif dan terus meningkatkan upaya pencegahan serta penanganan Karhutla agar kebakaran tidak semakin meluas serta bisa mulai membagikan masker dan mendirikan Posko Karhutla, serta membentuk rumah-rumah Oksigen untuk mengantisipasi dampak parah dari Karhutla bila terjadi kepada masyarakat Barito Utara.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar secara besar-besaran dan segera melaporkan ke pihak BPBD Barut dan Damkarmat Barut ataupun Desk  Karhutla Barito Utara, apabila menemukan titik api atau kebakaran di lingkungan sekitar yang dapat membahayakan.

Warga juga diimbau mulai membiasakan diri kembali menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta memantau perkembangan informasi mengenai kualitas udara di Barito Utara, melalui instansi terkait seperti DLH Barut.

Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan masyarakat apabila kabut asap terus bertambah parah dalam beberapa hari ke depan.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *