Pengelola Pembibitan “Mina Batara” Alami Kerugian Besar. Semua Ikan dan Bibit Mati, di Duga Air Tercemar

Foto : Pengelola Taryono atau amang Utar, menunjukkan ikan yang mati di Pembibitan “Mina Batara” Desa Trinsing, Teweh Selatan, Barito Utara, Kalimantan Tengah.(22/03/2026).

FAKTA KALTENG – Seorang Pengelola Unit Pembibitan Rakyat “Mina Batara” di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan yang bergerak di bidang pembibitan ikan jenis Lele dan Nila mengalami kerugian besar akibat rusaknya kualitas pasokan air di Dam / Waduk Trinsing, Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Pembibitan Mina Batara merupakan salah satu petani binaan Dinas Perikanan dan Ketahana Pangan Kabupaten Barito Utara, di kelola oleh Taryono atau biasa di sapa om Utar, menginformasikan kepada Faktakalteng.id saat berkunjung di Hari Raya kedua ke areal Pembibitan Mina Batara. Minggu, 22 Maret 2026.

Kepada Faktakalteng.id, Amang Utar menyampaikan keluhan yang menimpa Pembibitan, yang menjadi sumber pendapat utama keluarganya itu yang lama di kelolanya.

“Sebelumnya air Dam Trinsing, meskipun sudah tercemar dan keruh kualitas airnya, masih cukup layak dan lumayan bagus untuk di pakai untuk mengaliri kolam – kolam pembibitan saya ini, “Terangnya sambil menunjukkan kondisi kualitas air kolam yang rusak.

Kemudian amang Utar menambahkan, “Dulu, meskipun dalam kondisi yang keruh dan agak tercemar saya tetap melakukan upaya menstabilkan serta menetralkan air dari saluran irigasi yang bersumber dari Dam Trinsing, dengan mengambil langkah memberikan Kapur Dolamit dan Garam Krosos di kolam pertama agar air yang masuk ke kolam pembibitan bisa stabil, “Terangnya agar kelangsungan usaha pembibitannya tetap berjalan.

Kejadian mati masal ikan indukan dan bibit terparah terjadi kali ini, menjelang bulan puasa Ramadhan 1447 Hijriah ini, ikan-ikan indukan dan bibit-bibit di kolamnya mengalami mati masal.

“Hampir 95 persen ikan, yang ada dikolam baik yang indukan maupun bibit, hampir semuannya mati, dan saya mengalami kerugian yang sangat besar sekali. Karena indukan dan bibit merupakan aset saya dan keluarga yang menjadi sumber penghidupan dan penopang ekonomi kami sekeluarga selama ini, “Sampai amang Utar dengan wajah sedih waktu itu.

Amang Utar, menceritakan juga, pembibitan Mina Batara yang juga binaan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Utara, selama ini.

“Selain sebagai pemasok bibit ikan untuk wilayah di Barito Utara dan sekitarnya, saya juga menjadi pemasok bibit ikan kepada petani di kabupaten tetangga Murung Raya, karena kualitas bibit dari tempatnya juga merupakan bibit Primadona dan handal.

“Saya berharap, kualitas air Dam Trinsing bisa di dipulihkan seperti dulu, dengan langkah dan upaya cepat pihak dinas instansi terkait, karena Dam trinsing, bukan hanya sebagai pasokan budidaya untuk perikanan tetapi juga di pakai warga untuk pertanian di desa Trinsing ini. Sekali lagi, saya berharap tindakan nyata dan bantuan dari pihak Pemkab Barito Utara, dan pihak terkait bisa menanggulangi rusaknya air Dam Trinsing. Agar bisa pulih seperti sediakala. “Tutup Utara penuh harapan.(Van).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *