FAKTA KALTENG – Di kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, propinsi Kalimantan Tengah, setelah Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK-RI) membacakan putusannya, terkait Perkara Hukum Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilkada Barito Utara yang berakhir dengan Pemungutan Suara Ulang (PSU) berdasarkan keputusan majelis hakim MK – RI, pada Senin, 24 Februari 2025 lalu.
Pj. Bupati Barito Utara Drs. H Muhlis yang Faktakalteng.id dan rekan berkesempatan wawancarai diruang kerjanya. Mengatakan, “Kita ketahui bersama, jika hasil akhir persidangan sengketa PHPU Barito Utara di MK, telah ditetapkan oleh majelis hakim dengan putusan PSU dan saya yakin masyarakat kita telah memahaminya, ” Kata Pj. Bupati Barut diruang kerjanya, Rabu 26 Februari 2025
Hal tersebut’ menjadi perhatian yang serius Pj. Bupati Barut, sejak diputuskannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk 2 TPS di Kabupaten Barito Utara, oleh Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin, situasi dan kondisi masyarakat Barito Utara terpantau normal, aman, damai seperti biasanya.
Aktivitas sehari-hari masyarakat, tetap terlihat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing seperi biasanya. Sedangkan kabar akan dilaksanakannya PSU, meski menjadi topik pembicaraan selalu berujung pada harapan agar terlaksanakan dengan damai dan demokratis.
Pj. Bupati Barito Utara Drs. H. Muhlis memberikan beberapa nasehat dan menghimbau serta mengajak seluruh lapisan warga masyarakat Barito Utara, agar senantiasa ingat kepada falsafah Huma Betang, sebagai bagian dari kultur kebersamaan warisan leluhur yang cinta damai.
“Kita sebagai warga Kalteng jangan sampai melupakan nilai toleransi, adab dan kesetaraan yang tergambarkan dalam falsafah Huma Betang kita. Huma Betang kita adalah Kabupaten tempat kita hidup bersama-sama saat ini, dan nanti siapapun yang terpilih merupakan kepala daerah yang terpilih dan terbaik yang harus hormati sebagai pemimpin nantinya” kata Pj. Bupati Muhlis.
Keputusan Mahkamah Konstitusi yang telah memutuskan untuk digelarnya PSU merupakan amanat dari Konstitusi yang mesti kita terima, kata Muhlis.
“Karena itu memang harus dijalani semua, dan saya yakin masyarakat kita merupakan masyarakat yang selalu mengedepankan toleransi dan harmonis, untuk kesejahteraan Barito Utara, ” kata Muhlis.
Masyarakat Barito Utara, harap Muhlis, tetap harus bekerja dengan semangat yang tinggi, berusaha mensejahterakan diri dan keluarganya sesuai kapasitasnya masing-masing, kata Pj. Bupati yang dikenal selalu bertutur ramah tersebut
“Siapapun Pemimpin yang terpilih, nanti adalah pemimpin terbaik yang dipilih langsung oleh masyarakat Barito Utara. Jadi saya harapkan jangan ada pihak yang memprovokasi masyarakat. Dan masyarakat juga saya minta jangan mudah terprovokasi. Selalu kedepankan toleransi, dan jangan terpancing apalagi terhasut isu HOAX yang dapat menimbulkan ketidak stabilan di daerah kita,” Himbau orang nomor satu di Barito Utara ini.
Saat ditanya Faktakalteng.id lebih lanjut lagi, tentang pandangannya selaku Penjabat yang berpengalaman memimpin Pemerintahan Daerah, apakah Paslon yang kalah nanti menjadi akan ternafikan bersama pendukungnya ? Tidak demikian menurut Muhlis, saat ini semua sudah ada panduan dan teknisnya jelasnya.
“Ini hanya sebuah tahapan pemilihan oleh masyarakat. Tentu dalam perjalanannya mereka (Paslon) menyampaikan visi-misi yang berbeda. Saat ini semua sudah ada panduannya, pastinya program daerah akan sinkron dengan program provinsi dan pusat, ” Jelas Muhlis.
Apapun visi misinya pasti untuk mewujudkan pada satu hal, yaitu kemajuan daerah, dan kesejahteraan masyarakat Barito Utara. Hanya saja caranya berbeda, ada yang memprioritaskan pada satu bidang dan ada yang pada bidang lainnya.
“Tapi itu juga semua dipandu oleh RPJMN ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provinsi,” urainya.
Orang nomor satu di Kabupaten Barito Utara ini berharap, agar siapapun yang terpilih nantinya dapat merangkul kontestan lainnya. Agar bersama-sama melengkapi, sehingga celah-celah kekurangan dapat tertutupi.
Terakhir Pj. Bupati Muhlis berpesan kepada semua pihak, tentang kebesaran hati dan keikhlasan dalam menerima kenyataan menang atau kalah, dari setiap kandidat Paslon.
“Siapapun yang terpilih kita harus rela menerimanya, dengan hati terbuka demi Kabupaten Barito Utara tercinta” tutup Muhlis dengan penuh kebijaksanaan. (Van).



