Masyarakat Harapkan Penanganan Cepat Jalan Nasional di Seputaran Kota Muara Teweh

FAKTA KALTENG-Kondisi sejumlah ruas jalan nasional di seputaran Kota Muara Teweh, Kalimantan Tengah, saat ini menjadi perhatian masyarakat. Beberapa titik di Jalan Lingkar Kota, Jalan Pendreh, Jalan Sudirman, Jalan Pertiwi, hingga kawasan depan SPBU Perusda Muara Teweh mengalami kerusakan yang cukup mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Selasa 12 Mei 2026

Sebagai informasi, penanggung jawab perawatan dan perbaikan jalan nasional adalah Balai Penanganan Jalan Nasional (BPJN) melalui mekanisme pemeliharaan rutin, berkala, maupun penanganan khusus sesuai regulasi pemerintah pusat.

Adapun ruas jalan yang termasuk kategori jalan nasional di sekitar Kota Muara Teweh antara lain:

Jalan Meranti, mulai dari ujung Jembatan Hasan Basri, Pasar Dermaga, Jembatan Dermaga Ujung hingga Lingkar Kota sampai kawasan SPBU Perusda.
Jalan Pendreh.
Jalan Sudirman.
Jalan Pertiwi.

Ruas-ruas tersebut saat ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi barang, maupun akses masyarakat desa menuju pusat kota.

Direktur PT Mitra Batara Sarana Mandiri (MBSM), Mahyudin, turut menyampaikan kondisi kerusakan jalan tersebut kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara, H. Rodi, ST., M.IP. Menanggapi hal tersebut, pihak PUPR menyampaikan akan berkoordinasi dengan BPJN Kalimantan Tengah terkait langkah penanganannya.

Dari hasil koordinasi tersebut, BPJN Kalteng menjelaskan bahwa telah direncanakan penanganan di ruas Jalan Pendreh dengan metode holding atau penanganan awal menggunakan agregat kelas A yang kemudian dilapisi CAP (Campuran Aspal Panas).

Beberapa titik yang masuk dalam rencana penanganan antara lain:

– Ruas jalan depan gereja sepanjang sekitar 50 meter dengan agregat kelas A dan CAP.

– Ruas jalan dekat SPBU sepanjang sekitar 60 meter dengan agregat kelas A dan CAP.

– Kawasan Jalan Pertiwi juga direncanakan dapat ditangani menggunakan CAP.

Pihak BPJN juga menjelaskan bahwa ruas jalan depan gereja hingga depan APMS Pendreh akan dilakukan peninggian badan jalan menggunakan agregat sebelum dilapisi aspal panas. Tahapan tersebut merupakan bagian dari pola penanganan jalan nasional yang berlaku di Indonesia.

Dalam sistem perawatan jalan nasional, proses penanganan umumnya dilakukan secara bertahap. Jalan yang mengalami penurunan struktur atau kerusakan berat biasanya terlebih dahulu diperkuat menggunakan agregat sebagai lapisan dasar.

Setelah struktur dinilai stabil, barulah dilakukan pelapisan menggunakan aspal panas agar hasil perbaikan lebih kuat dan tahan lama.

Pola ini diterapkan bukan hanya di Muara Teweh, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia sebagai bagian dari standar teknis pemeliharaan jalan nasional. Selain mempertimbangkan kondisi lapangan, proses penanganan juga menyesuaikan jadwal pekerjaan, tingkat kerusakan, serta alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

Masyarakat berharap agar proses penanganan jalan-jalan nasional di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara dapat segera direalisasikan secepatnya dan dilakukan secara rutin.

Sebab, jalan nasional bukan hanya sekadar akses kendaraan, tetapi juga urat nadi aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

Warga juga berharap adanya respon cepat, pengawasan berkala, dan koordinasi yang baik antara pihak pengelola jalan, pemerintah daerah, dan BPJN agar kerusakan jalan tidak semakin parah dan dapat segera ditangani sebelum membahayakan dan jatuhnya korban dari pengguna jalan.

Sumber : RilisMahyudin*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *