100 Hari Shalahudin-Felix: Gaya Kerja ‘S1F’ Bagus, Masyarakat Nantikan Gebrakan yang Lebih ‘Greget’

FOTO : Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
H Shalahudin – Felix.
(Foto : Google.com)

FAKTA KALTENG – Genap sudah 100 hari pasangan H. Shalahudin dan Felix menakhodai Barito Utara sejak dilantik Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran. Meski diwarnai dengan intensitas lawatan dan turun lapangan yang tinggi, publik masih mempertanyakan sejauh mana efektivitas nyata dari program awal ini berdampak positif bagi masyarakat Barito Utara secara langsung.

​Gaya aura ‘S1F’ dan Kekompakannya di lapangan ​secara objektif, penulis melihat pasangan ini memiliki ritme kerja yang unik dengan filosofi S1F (Sigap, Satu Visi, dan Fokus).

Dengan terobosan awal mereka cukup menjanjikan, Bupati dan Wakil Bupati sering tampil “sepaket komplit dan kompak” di lapangan bersama Sekda Barito Utara Drs. Muhlis dan jajaran SOPD. ​Langkah ini memang efektif untuk memangkas sekat birokrasi dan memastikan para Kepala Dinas tidak hanya menerima laporan di balik meja dari bawahan dan perangkatnya. Namun, gaya kepemimpinan yang harmonis ini memicu pertanyaan kritis: Apakah sekadar turun lapangan sudah cukup tanpa menemukan solusi konkrit yang cepat, tepat dan akurat ?

​Catatan Kritis: Dinilai Masih “Kurang Greget” ​dibalik kelincahan koordinasi antar-SOPD tersebut, sebagian elemen masyarakat mengamati dan menilai capaian 100 hari ini masih terasa “kurang greget”. Ada kesan bahwa kegiatan yang dilakukan masih bersifat konsolidasi internal dan peninjauan rutin, belum menyentuh pada kebijakan Extraordinary (luar biasa) yang langsung berdampak nyata pada kesejahteraan hidup masyarakat bawah Barito Utara.

​Beberapa poin yang dianggap masih perlu “gas pol” antara lain:​Eksekusi Solusi: Turun lapangan akan kehilangan makna jika identifikasi masalah tidak segera diikuti dengan eksekusi solusi yang cepat dan memahami akar utama masalahnya.

​Inovasi Program: Masyarakat Barito Utara, merindukan program ikonik yang melibatkan warga masyarakat langsung, program yang bukan hanya di atas kertas, dan juga melalui saluran media digital, yang dipublikasikan melalui sarana Propaganda yang menjadi pembeda jelas antara kepemimpinan saat ini dengan masa lalu.

​Penyelarasan SOPD: Meski sering dibawa ke lapangan, kinerja beberapa SOPD dianggap masih belum Optimal bisa mengimbangi ritme cepat Bupati Barito Utara, sehingga program terkesan jalan di tempat.

​”Turun lapangan bersama itu bagus untuk sinergi, tapi publik butuh hasil nyata dan berdampak langsung yang terasa di meja makan dan dompet mereka. 100 hari ini harusnya menjadi ‘kick-off’ gebrakan besar, bukan sekadar perkenalan gaya kerja,” ujar salah satu warga Muara Teweh yang sangat memperhatiakan dan memantau perkembangan Program 100 Hari Shalahudin – Felix di awal masa jabatannya.

​Optimalisasi di Sisa Masa Jabatan
​Waktu 100 hari memang terlalu singkat untuk mengubah Barito Utara secara sigifikan, total, dan ektreme menyesuaikan dengan agenda Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, Shalahudin – Felix. Namun cukup untuk memberikan “kejutan” kebijakan. Penulis menilai, jika Shalahudin-Felix tidak segera mengonversi gaya kerja S1F ini menjadi hasil yang konkret dan riil—seperti perbaikan jalan rusak yang instan atau pengendalian harga pangan lokal, dan stabilnya harga BBM. Maka kepercayaan publik yang sudah terbangun bisa meredup.

​Kini, bola panas ada di tangan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara. Serta Sekda Barito Utara, apakah koordinasi lapangan bersama Kadis – Kadis serta SOPD ini akan melahirkan “GOL BESAR” untuk pembangunan yang indah di Barito Utara, atau hanya akan menjadi rangkaian kunjungan kerja tanpa output yang nyata?

​Bagaimana menurut Anda? Apakah poin “kurang greget” ini sudah cukup tajam untuk mewakili kegelisahan di lapangan, atau ada sektor spesifik yang lain, dan kita bersama ketahuai Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara H Shalahudin – Felix dan Perangkat daerahnya dari atas hingga bawah tetap bergerak dan bekerja.

Semoga saja harga Sembako di pasar jelang Ramadhan ini stabil serta kelangkaan dan tidak stabilnya harga BBM terpecahkan. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *