Polres Barito Utara Ajak Masyarakat Cerdas Lawan Hoaks dan Perkuat Literasi Digital

Foto : Kasi Humas Polres Barito Utara, Iptu Novendra, W.P

FAKTA KALTENG – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial dan berbagai platform digital, ancaman penyebaran hoaks masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Kapolres Barut AKBP Singgih Febyanto, melalui Kasi Humas Polres Barito Utara, Iptu Novendra, mengingatkan jika informasi palsu (HOAX) yang dikemas secara meyakinkan kerap memicu keresahan, memecah belah opini publik, hingga merugikan individu maupun institusi.

“Karena di Era Digital yang serba cepat ini, dalam hitungan menit saja, sebuah kabar atau informasi yang belum terverifikasi dapat menyebar luas dan dipercaya sebagai fakta secara cepat oleh masyarakat yang kurang jeli memastikan validasi informasi yang beredar itu, “terang Kasi Humas Polres Barut itu.

Berbagai upaya pemberantasan hoaks kini dilakukan secara terpadu oleh pemerintah, platform digital, media massa, hingga masyarakat.

“Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Cybercrime Mabes Polri terus memperkuat patroli siber, akan menindak konten digital yang bisa menyesatkan, serta meningkatkan program literasi digital agar masyarakat semakin kritis dalam menyaring informasi yang di terima dan dibaca, “ujar Iptu Novendra kepada Faktakalteng.id

Di saat yang sama, platform digital seperti Meta Platforms, Google, dan TikTok juga memperketat sistem moderasi dan menyediakan fitur pelaporan terhadap konten yang diduga mengandung HOAKS.

“Pencegahan hoaks pada dasarnya dimulai dari perilaku pengguna itu sendiri. Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip “Saring sebelum Sharing” dengan memeriksa sumber informasi, membandingkan dengan media kredibel, serta tidak mudah terpancing judul provokatif, “Harap Kasi Humas Barut itu.

Literasi digital dinilai menjadi benteng utama agar ruang digital tetap sehat, aman, dan produktif.

Di era keterbukaan informasi saat ini, melawan hoaks bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami Polres Barito Utara mengajak dan menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, kehati-hatian, dan budaya verifikasi dalam menerima maupun menyebarkan informasi serta tidak mudah percaya pada sumber informasi yang tidak jelas, “Pinta Novendra kepada warga masayarakat Barut.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilah informasi, diharapkan ekosistem digital yang lebih terpercaya dan berintegritas dapat terus terjaga, sekaligus menyelamatkan bangsa dari bahaya laten kekeliruan informasi yang berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa serta mengganggu situasi harkamtibmas.

Sumber : @SihumaBarut/Novendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *