“Pedagang Makan Jalan,” Warga Keluhkan Jalan Macet dan Semrawut

FAKTA KALTENG – Kota Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah adalah salah satu kabupaten yang sangat berkembang pesat dengan banyaknya menjamurnya kegiatan perekonomiannya.
Dari banyaknya pedagang kaki lima, warung, toko – toko bahkan toko retail Alfamart dan Indomaret pun ada di kota Muara Teweh.

Hal tersebut, berbanding terbalik dengan kenyamanan serta azas keselamatan bersama untuk pejalan kaki serta pengguna kendaraan roda dua dan roda empat, pengendara harus semakin berhati – hati dalam mengemudikan kendaraannya dijalan dalam kota Muara Teweh.

Berdasarkan pantauan Faktakalteng.id, memang saat ini di beberapa titik jalan dalam kota Muara Teweh, mengalami penyempitan dan padat serta mengalami kemacetan saat di lalui kendaraan transportasi baik roda dua dan roda empat. Seperti di jalan Sengaji Hulu komplek Pertokoan Barito Permai, nampak sekali para pedagang kebanyakkan memakai trotoar dan menggelar dan memajang dagangannya di atas jalan.
Sehingga jalan Sengaji yang sebelumnya cukup lebar untuk dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat mengalami kemacetan.

Seorang warga Muara Teweh, Hardy (50) menyampaikan keluhannya bahwa, “Saya sangat prihatin dengan semrawutnya keberadaan lapak-lapak pedagang di Jalan Sengaji hulu yang menggelar dagangannya memakan jalan umum tanpa memperhatikan estetika. Sehingga kadang-kadang saya kesulitan mencari tempat parkir dan berhenti ketika mengantarkan istri berbelanja, akibat jarangnya bahu jalan dimakan pedagang dengan seenaknya dan kita harus ke tempat parkir. Jadi kadang-kadang bila cuma sebentar kita terpaksa parkir ditengah jalan saat berbelanja sehingga arus lalu lintas menjadi macet, sehingga kesannya kota Muara Teweh menjadi kumuh dan amburadul,” Keluh Hardy diperbaharui pada Minggu, 01 Februari 2026.

Kemudian, Hardy juga menambahkan, “Bukan hanya di titik Jalan Sengaji Hulu dan hilir saja fenomena tersebut terjadi, di beberapa titik jalan seperti Jalan Pramuka, Jalan Pendreh, dan jalan Merak, juga jalan Dahlia sekitaran lapangan hijau, kebanyakan bangunan toko dan lapak para pedagang selalu saja memakan trotoar dan jalan yang seharusnya di peruntukkan untuk pejalan kaki dan kendaraan bermotor. Apakah hal itu sudah ada regulasi dari Pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk bisa dipakai untuk dasar menyelesaikan dalam menindak untuk menyelasaikan “fenomena pedagang makan” jalan tersebut, “Harapnya agar hal tersebut bisa menjadi perhatian serius pihak terkait.

Diakhir wawancara singkat bersama Faktakalteng.id, Hardy berharap sekali bahwa, “Fenomena pedagang makan jalan ini, bisa diselesaikan dan dituntaskan dengan tegas oleh pihak-pihak Otoritas yang berwenang, serta diperlukan juga kerjasama semua pihak, serta kesadaran kita bersama-sama dengan itikad yang baik. Agar ketertiban, kerapian serta kenyamanan, dan keindahan kota dan warga kota Muara Teweh bisa terjaga. Apa lagi ini, menjelang Bulan Puasa Ramadhan, harusnya kita bisa melaksanakan ibadah puasa hatus dengan tenang tanpa hal – hal yang membuat kita tidak fokus dalam beribadah nantinya dengan kesemrautan seperti itu.” Tutup warga itu menyampaikan uneg -unegnya.(Van)

Note : Setiap Produk jurnalistik Faktakalteng.id, dibuat tanpa menggunakan ChatGPT/AI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *