
FAKTA KALTENG – Penyelenggaraan Rapat Kerja Dewan Adat Daerah (DAD) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, di Gedung Serba Guna Balai Antang, hari ini mendapatkan kritik dari Wakil Ketua Umum DAD Barito Utara, yang merupakan juga seorang tokoh besar di daerah Kabupaten Barito Utara, yaitu Suria Baya atau biasa disapa akrab warga adat adalah Tamo (Om) SBY bersama tokoh yang lainnya yang juga merupakan tokoh sentral dalam hal urusan adat istiadat Dayak Yulia Mensen.
Faktakalteng.id berkesempatan mewawancarai kedua tokoh inti dan senior terkait urusan adat istiadat di Barito Utara itu, di kediaman Om SBY dan bertepatan waktu itu kebetulan Om Yulia Mensen Ketua Forum Komunikasi Demang Barito Utara, juga ada hadir di kediaman tokoh terkemuka di Barito Utara tersebut, yang lokasinya rumahnya di atas bukit dengan rumah besar yang cat bernuansa dominan berwarna kuning Orange, dan udara yang segar dan disuguhkan pemandangan kota Muara Teweh sore yang menyegarkan mata dari ketinggian senja itu, sembari santai bersama sedang membahas pelaksanaan jalannya Raker DAD Barut 2025 pada, Selasa 24 Juni 2025 di Balai Antang Muara Teweh yang di buka oleh, Pj Bupati Barut Indra Gunawan, siang kemarin. Sekitar pukul 10.05 WIB.
Dalam suasana yang santai namun serius, pada waktu itu Faktakalteng.id bertemu dua tokoh besar dan fenomenal itu merasa bangga dapat bertemu dan berbincang secara langsung dengan para Sesepuh dan tokoh senior yang dalam setiap buah pikirnya juga petuah bijaknya serta nasehatnya selalu menjadi dasar dan di dengar sebagai pegangan mayoritas masyarakat adat di Barito Utara, dalam melaksanakan kehidupannya dengan kearifan lokal Dayak di Barito Utara“Welum Taka Baadat”
Kepada Faktakalteng.id, Om SBY dan om Yulia Mensen secara bergantian menyampaikan pendapat serta pandangan terkait penyelenggaraan Raker DAD Barut tadi.
Om SBY, “Saya secara pribadi, atau selaku Wakil Ketua Umum (Weketum) di Lembaga DAD Barut pernah menyampaikan, agar agenda pelaksanaan Raker DAD Barut 2025 ditunda terlebih dahulu pelaksanaannya. Waktu itu saya pernah saya sampaikan ketua DAD Barut H Mahmud dan rekan anggota DAD Barut yang lainnya, agar menunda sementara pelaksanaan Rakernya di masa tahapan menjelang Agenda Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang saat ini sedang berlangsung. Karena ada rasa khawatir Lembaga DAD Barut akan terkontaminasi dengan unsur politik, sehingga DAD menjadi Lembaga adat yang tidak netral’ meski DAD Barut tidak melarang anggota Dewan adat berpolitik secara pribadi. Tanpa membawa – bawa Lembaga adat DAD yang seharusnya Marwah Netralitasnya murni selalu terjaga. Karena DAD merupakan Lembaga adat bukan partai politik, “Ungkap Tamo SBY waktu di wawancarai Faktakalteng.id
Kemudian Om SBY, menambahkan. Bahwa, “Beberapa waktu lalu, ada seorang Demang Kecamatan yang dilaporkan ke Bawaslu, karena di anggap pihak pelapor tidak netral dalam melaksanakan tugasnya selaku demang di wilayahnya karena di “Cap” sebagai Pendukung salah satu Paslo Cabup – Cawabup Barito Utara yang mengikuti, sehingga Demang Kecamatan tersebut mendapatkan teguran serta harus netral dari pihak DAD agar tidak menggunakan jabatannya sebagai demang dalam kegiatan politiknya secara pribadi, “Beber Om SBY sambil tertawa santai.
“Dan saya sedikit heran’ selaku Waketum. Pihak Panitia dari DAD Barut selaku penyelenggara Raker, tanpa koordinasi mereka tetap ngotot dan memaksakan di selenggarakannnya Raker 2025 kemarin dengan tergesa – gesa dengan kurang persiapan yang matang dalam kajian pelaksaanaannya. Padahal sudah kita sarankan Raker dilaksanakan setelah PSU selesai nanti. Dengan agenda Rakornya mengundang para Demang adat se – Barut, Mantir adat Se-Barut, anggota DAD se – Kabupaten. Dan yang membuat saya bertanya – tanya mengapa DAD Barut juga berencana mengundang para Camat Se – Barut, dan Kades Se – Barut untuk bisa menghadiri kegiatan Raker DAD 2025 itu, kan’ Raker itu merupakan agenda untuk kalangan terbatas, seperti Anggota DAD, Demang adat, dan mantir adat secara interent membahas juga mengevaluasi program kerja DAD Barut kedepannya, “Beber om SBY dengan serius.
“Di situ, saya nilai adanya tergelincir pemahaman dan pemikiran terkait penjabaran tema kegiatan dari kata “RAKER” yang kita ketahui bersama, ada dalam agenda kegiatannya mengumpulkan Demang dan Pihak PBS di Barito Utara, kan’ itu melenceng jauh dari agenda Raker sebenarnya ?! Harusnya kegiatan tadi temanya adalah Rapat Koordinasi (RAKOR) DAD Barut 2025 atau sekalian digabung saja temanya Raker sekaligus Rakor DAD Barut 2025,” Ungkap tokoh Fenomenal itu dengan tersenyum – senyum lucu penuh makna yang dalam mengkritisi, dan langsung di aminkan juga tanda sepakat dari Om Yulia Mensen juga Faktakalteng.id dapat memahami maksud yang disampaikan om SBY secara Implisit sore itu.
Kemudian om SBY dan Om Yulia Mensen, menjelaskan secara bergantian. Bahwa, “Dua hari sebelum dilaksanakannya Raker DAD Barut, kami telah membahas bersama rekan dan tokoh yang lain, baik itu rekan Demang dan mantir adat Sekabupaten Barito Utara, yang sepemahaman dan sepemikiran saja, dan kami sepakat dengan kesimpulan menyatakan sikap tidak menghadiri undangan Raker DAD Barut 2025 itu, sebagai fakta yang realistis menyatakan dan mempertegas sikap Demang dan Mantir tidak ingin terkontaminasi Politik dalam kegiatan Raker secara langsung ataupun tidak langsung. Juga kami menilai, jika Raker DAD Barut 2025 sarat sekali dengan muatan kepentingan politik salah satu Paslon Cabup – Cawabup yang akan berkontestasi pada PSU yang akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2025 mendatang, “Beber Om SBY menjelaskan.
“Dan kami sepakat Lembaga Adat DAD Barut bukan tempat berpolitik, atau terafiliasi untuk memenangkan salah satu paslon. Kami Seiya – sekata DAD sebaiknya sebagai Lembaga adat yang netral, tidak terafiliasi dan juga tidak terkontaminasi kepentingan politik golongan tertentu yang menungganginya serta menumpang moment. Agar Marwah DAD Barut, tetap terjaga, dan selalu dipercaya oleh masyarakat adat dan juga pihak lain, bahwa DAD Barut adalah Lembaga yang Netralitasnya terjamin. Tetapi untuk hak politik pribadi anggota DAD tidak ada pembatasan karena itu haknya sebagai warga negara, selama anggota DAD tidak menggunakannya dan menggiring menjadikan Lembaga adat sebagai sarana mesin politik yang menguntungkan kalangan tertentu,”Tegas Om SBY dan Om Yulia Mensen sepakat.
“Lembaga adat DAD harus netral, jangan campur adukkan antara adat dan politik, meski hal itu tidak terpisahkan. Silahkan berpolitik dengan santun dan elegan, juga terhormat, dengan berpegang teguh pada prinsip kita orang Dayak yaitu “Welum Taka Baadat”. Mari kita jadikan Lembaga adat sebagai corong dan sarana menyampaikan aspirasi juga pendapat dan buah pikiran untuk kesejahteraan prioritas masyarakat adat Dayak. Lembaga adat DAD sebagi jembatan penghubung kepada Pemerintah daerah Barut, propinsi bahwak pusat juga ke semua pihak dalam bidang adat dayak khususnya. “Pinta Om SBY dan Om Yulia Mensen, merupakan tokoh Cendikiawan adat Dayak, serta bijaksana itu mengakhiri wawancanya bersama Faktakalteng.id.(Van).
