Foto : Suria Baya (SBY) Tokoh Besar Dayak Barito Utara.
FAKTA KALTENG – Suria Baya (SBY) Tokoh masyarakat Dayak Barito Utara, dan juga Ketua Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Barito Utara, Kalimantan Tengah. Akhirnya angkat bicara serta prihatin dengan ramainya pemberitaan sengketa status Pelabuhan antara PT BIMA dan warga masyarakat bernama Desa Bintang Ninggi bernama Setahan Awingnu atau Awing dalam dua – tiga hari ini, serta memantau serius polemik antara warga dan PT MUTU yang mencuat viral di Medsos dan berita – berita telah menjadi perhatian tokoh besar Dayak Barito Utara itu.
Suria Baya (SBY) atau biasa di panggil akrab om SBY, dalam suatu kesempatan Faktakalteng.id wawancarai di kediamannya di Komplek Wira Praja Muara Teweh, menyampaikan perhatiannya selaku tokoh adat di Barito Utara, secara serius menanggapi Polemik klaim lahan antara PBS dan Warga masyarakat adat yang berlarut larut dan terkesan di kurang di manajemen dengan serius. Jumat 19 Desember 2025.
“Saya sangat menyayangkan, kurang cakapnya Otoritas PT BIMA dalam menangani persoalan yang terjadi, atas klaim dan Hinting saudara Awing kemarin, kalau di perhatikan sangat panas sekali situasinya di lapangan kemarin, akibat campur tangan pihak lain. Yang saya nilai membuat situasi bisa semakin kurang stabil, dan untungnya saudara Awing bijak serta tidak terpancing dengan dapat menahan diri, “Sampai om SBY menyayangkan atas terjadinya situasi di lapangan yang cukup panas kemarin.
Kemudian om SBY menambahkan, “Harus pihak Otoritas mengevaluasi secara serius, kinerja manajemen di lapangan PT BIMA yang terkesan punya itikad kurang baik dalam menyelesaikan persoalan terkait sewa – menyewa lahan Pelabuhan milik saudara Awingnu itu, saya menilai, secara subjektif manajemen PT BIMA di daerah bukannya ingin menyelesaikan persoalan, tetapi keliatannya seperti sengaja menambah – nambah masalah saja keliatannya, “Kata om SBY sembari tersenyum serius waktu itu.
Lebih lanjut lagi, om SBY menjelaskan. Bahwa, “Saya tahu betul statusnya, jika lahan itu benar – benar milik saudara Setahan Awingnu, karena berdasarkan Fakta dan data yang saya ketahui, jika selama ini, lahan pelabuhan yang di pakai dan di kelola oleh PT BIMA adalah lahan yang di sewa dari saudara Awingnu. Dan status sewa lahan PT BIMA telah berakhir pada tanggal 08 November 2025. Jadi wajar, langkah yang di lakukan saudara Awing dengan memasang Hinting di lokasi itu, karena tidak ada kejelasan dan itikad baik dari manajemen PT BIMA, “Urainya.
“Seharusnya, hal sepele tersebut, bisa di selesaikan dengan itikad yang baik dari manajemen PT BIMA dan Otoritasnya, dengan duduk bersama serta di akhiri senyum bersama, guna menyelesaikan persoalan agar tak berlarut – larut dan menjadi polemik yang dapat memanaskan situasi dan mengganggu kondusifitas di daerah kita ini, “Ungkap Om SBY yang merupakan tokoh Dayak yang bijaksana dan tegas itu mengingatkan semua pihak terkait.

Om SBY menambahkan, “Saya harapkan setiap Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang berinvestasi di Barito Utara, bisa menjaga hubungan yang baik, saling asah, asih dan asuh, dengan warga masyarakat di sekitarnya terkait masalah lahan, ganti rugi dan menghormati adat istiadat, selalu menjaga etika kepada warga masyarakat dan adat istiadat yang ada di sekitaran areal IUP, HGU, HPH serta menimbulkan dampak positif kepada keberlangsungan hidup masyarakat adat yang ada di sekitarnya, “Harap tokoh Dayak yang di segani serta di anggap sebagai orangtua oleh warga mayoritas warga adat Dayak di Kabupaten Barito Utara itu.
Di akhir wawancara Om SBY menyampaikan sedikit nasihatnya, “Dan saya juga mengingatkan pihak – pihak yang terlalu melindungi dan mengamankan bahkan membekingi PBS, apakah sudah lupa dengan hak dan kewajiban kita, sesama orang Dayak. Untuk selalu saling menjaga dan membela juga menjunjung tinggi adat istiadat kita, serta membantu dan melindungi warga adat Dayak kita, jangan menjadi pihak pelaku yang merusak adat istiadat kita yang telah di wariskan oleh leluhur, agar kehidupan kita selalu lestari, “Taka Welum Bahadat”. “Tutup tokoh Dayak yang di kenal dengan kebijkasanaanya itu berpesan. (Van)
Note : Setiap Produk jurnalistik Faktakalteng.id, di buat tanpa menggunakan Chatgpt / AI.




