Jelang Sahur, Dari Pada Kami Balapan Liar’ Mending Kami Balapan Lari Saja, Dari Pada Lebaran Nanti di RS

Foto: Suasana meriahnya Balapan Lari Bulan Puasa Ramadhan di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
FAKTA KALTENG – Kemeriahan dan keseruan suasana Bulan Puasa Ramadhan 1447 Hijriah di Barito Utara, Kalimantan Tengah, isi dengan keseruan lomba Balap Lari yang di lakukan oleh para remaja di Kota Muara Teweh, sambil menunggu waktu bersahur hingga menjelang Imsak. Jumat, 27 Februari 2026

Pantauan Faktakalteng.id di hari ke – 7 puasa Ramadhan, pada pukul 00.00 WIB di jalan Tumenggung Surapati Muara Teweh, para remaja tanggung mulai berkumpul dari segala penjuru kota Muara Teweh dan sekitarnya.

Yang tadinya hanya puluhan remaja saja yang berkumpul di Tugu Panglima Batur, makin malam memasuki pukul 01.15 WIB dini hari semakin banyak remaja dan warga Muara Teweh yang berkumpul. Yang kalau di amati di perkirakan berjumlah 800 – 1000 orang yang hadir baik tua dan muda yang ingin menyaksiakan Balap Lari itu, ataupun juga menjadi peserta Balap lari.

Dua orang remaja Muara Teweh, yang bertanding Balap Lari pembukaan adalah Mikel dan lawannya bernama Jibul di tengah malam menjelang Sahur.

Dua orang rekan Mikel pelari Sprint yang menang saat di mulainya pertandingan dadakan dengan jarak kurang lebih 60 – 100 meter, bernama Zain dan Iky mengatakan, “Kami sangat senang sekali dengan adanya kegiatan yang positif ini. Dalam memeriahkan suasana bulan puasa kali ini, sembari menunggu bersahur serta kegiatan kami ini cukup di toleransi dan di apresiasi para pengendara yang melintas karena positif tidak mencelakakan orang lain dan pengendara yang juga, “Kata Zain dan Iky senang sekali setelah mengetahui rekannya Mikel menang balapan lari pembukaan waktu itu.

Kemudian Zain dan Iky menambahkan. Bahwa, “Kami sangat menikmati suasana Ramadhan ini, di isi dengan kegiatan Balap Lari dari pada Balapan Liar (BALI). Yang mana bila di isi dengan balapan liar, sangat berisiko tinggi dan perlu modal yg lumayan juga untuk mengoprek – oprek kendaraan biar kencan. Tetapi dengan Balap Lari ini, cukup dengan modal napas yang kuat dan fisik yang prima kami bisa berpartisipasi ikut bertanding atau sekedar menonton rekan – rekan yang bertanding, “Jelas kedua remaja itu.

“Di sisi ekonomi, kami tidak terlalu besar mengeluarkan modal untuk modifikasi motor supaya kencang, dan kegiatan kami ini tidak membuat bising dengan raungan suara knalpot Broong. Dan kalau di perhatiakan juga balap lari ini, membuat badan sehat, dan kegiatan ini juga di saksikan dan di meriahkan kawan – kawan yang Non muslim yang berbaur dengan kami menyaksikan, ikut memeriahkan suasana Ramadhan ini, “Beber Zain dan Iky bergantian.

Zain dan Iky, serta Mikel Sang Pemenang berpesan kepada rekan – rekan remaja Kota Muara Teweh yang lainnya.

“Lebih baik kita, balapan lari dari pada balapan liar (BALI) yang bisa mencelakai diri sendiri dan orang lain. Mending balap lari saja, dari pada Lebaran di Rumah Sakit, akibat jatuh karena balapan liar pakai kendaraan yang ugal – ugalan di jalan umum.” Tutup Zain dan Iky serta Mikel mengakhiri wawancaranya dengan Faktakalteng.id waktu itu.(Van)

Note : Produk Jurnalistik Faktakalteng.id ini, di buat tanpa Chatgpt / AI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *