FAKTAKALTENG – Forum Keadilan dan Perjuangan Masyarakat Kalimantan Tengah (FKPM-KT) dijadwalkan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi damai pada Kamis, 9 April 2026.
Massa direncanakan berkumpul mulai pukul 09.30 WIB dengan menyasar dua titik utama: Kantor Gubernur Kalimantan Tengah dan Kantor Pengadilan Tinggi Palangka Raya.
Aksi ini merupakan tindak lanjut atas sengketa lahan yang melibatkan warga lokal, Saudara Basri, dengan perusahaan tambang raksasa, PT Adaro Indonesia.
Dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan kepada Kapolda Kalteng, FKPM-KT menyoroti beberapa persoalan mendasar:
Lahan milik Basri diduga telah digunakan sebagai jalur transportasi (hauling) menuju dermaga (jetty) tambang sejak tahun 1992.
Di atas lahan tersebut terdapat cadangan batubara dan Danau Leper yang diklaim telah dikelola oleh perusahaan selama kurang lebih 34 tahun.
FKPM-KT mendesak pihak perusahaan untuk membayar sewa lahan terhitung sejak awal penggunaan. Berdasarkan perhitungan pemilik lahan, nilai kompensasi tersebut mencapai Rp11,7 triliun.
Soroti Putusan Mahkamah Agung
Selain masalah finansial, koordinator aksi, Eman Supriyadi, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan mengingatkan semua pihak akan supremasi hukum. FKPM-KT menilai terdapat ketidakpatuhan terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 562 PK/Pdt./2021.
Dalam putusan peninjauan kembali (PK) tersebut, pengadilan secara inkrah memenangkan pihak Basri dalam perkara melawan PT Adaro Indonesia.
Eman Supriyadi memastikan bahwa jalannya penyampaian pendapat di muka umum ini akan dilakukan secara kondusif. Massa akan mengenakan atribut khas Dayak serta atribut nasional sebagai simbol perjuangan masyarakat Kalimantan Tengah.
”FKPM-KT hadir sebagai wadah aspirasi lintas profesi untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat,” ujar Eman dalam keterangannya.
Surat pemberitahuan aksi ini telah ditembuskan kepada jajaran pimpinan daerah, termasuk Gubernur Kalteng, Pangdam XII/Tanjungpura, hingga Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kapolresta Palangka Raya demi memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung.(ENH)

