FAKTA KALTENG – Kepolisian Resort Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Selasa 21 April 2026
Komplotan ini dikenal memiliki modus operandi unik dengan memberikan tanda khusus pada target sasarannya.
Dalam operasi penyergapan yang dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni kawasan Jalan Pahlawan (Atas Raut), Buntok dan wilayah Sababilah, aparat berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku.
Sementara itu, satu orang pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Penyelidikan mengungkap bahwa komplotan ini bergerak secara terorganisir. Sebelum melancarkan aksinya, para pelaku menandai rumah calon korban dengan papan bertuliskan “SHALLOM”.
Kehadiran papan penanda yang tidak biasa ini sempat memicu kecurigaan dan keresahan mendalam di tengah warga RT 41 Buntok.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian setempat, para pelaku diketahui selama ini, tinggal sebuah rumah sewa (barak) milik warga di Jalan Pahlawan, kota Buntok sebagai basis operasi mereka.
Kapolres Barito Selatan Kapolres Barito Selatan: AKBP Jecson R. Hutapea, S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas Polres Barito Selatan Iptu Sudarnoto menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan respons cepat atas laporan dan kekhawatiran warga.
”Kami telah mengamankan lima orang pelaku beserta barang bukti. Saat ini tim di lapangan masih melakukan pengejaran intensif terhadap satu pelaku lainnya yang berstatus buron. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lengah,” ujar Kasi Humas Polres Barsel.
Pihak berwenang juga menekankan pentingnya pengamanan swakarsa di lingkungan masing-masing.
”Meski komplotan ini sudah kami ringkus, warga diminta tetap waspada. Jika melihat adanya tanda-tanda mencurigakan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, atau benda asing yang sengaja diletakkan di area rumah oleh orang tidak dikenal, segera laporkan kepada pihak berwajib melalui nomor telepon 110 Polres Barsel,” sampai IPTU Sudarnoto.”
Saat ini, kelima pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Barito Selatan untuk pengembangan kasus lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.(MYD).













