FAKTA KALTENG – Banyak orang ingin menjadi jurnalis, menjadi seorang jurnalis itu bukan sekedar cuma hanya soal bisa menulis berita, tetapi juga soal integritas, ketelitian, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan keberanian mencari fakta serta berita yang berkualitas untuk disajikan kepada pembaca.
Seorang jurnalis profesional harus mampu menyampaikan informasi yang berbobot dan berkompeten serta Isu berkembang secara akurat, berimbang, dan dapat dipercaya berdasarkan Produk Jurnalistiknya dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dimiliki personal jurnalis profesional tersebut, tanpa menjadi Plagitor apalagi dengan Akal Imitasi (AI).
Berikut hal-hal penting yang perlu dipelajari dan dibangun seorang jurnalis :
Teknik Dasar Jurnalistik
Pelajari fondasi utama dunia jurnalistik:
Teknik menulis berita yang paling Utama adalah menggali isu lalu dan memahami rumus penulisan berita dengan bobot 5W+1H serta memahami Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) memiliki perbendaharaan kosa kata KBBI yang baku menunjukan kwalitas seorang jurnalis dengan latar belakang intelektual yang baik.
Jurnalis menguasia Rumus dasar 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) :
-Piramida terbalik
-Lead berita yang kuat
-Jenis berita
-Hard news
-Feature
-Investigasi
-Opini
-Straight news
Jurnalis memiliki kecakapan Teknik wawancara :
Menggali informasi serta penguasaan EYD yang baik, juga pemahaman tentang KKB menjadi modal utama seorang jurnalis di lapangan saat melakukan profesinya, agar seorang jurnalis berkompeten.
Jurnalis bisa membuat narasumber nyaman Bertanya tajam tanpa memojokkan dalam menggali informasi :
-Verifikasi fakta
-Cross check data
-Cek sumber primer
-Hindari informasi sepihak
-Etika dan Integritas yang dapat di percaya
Dan vagian terpenting dalam profesi jurnalistik.
Agar dalam melaksanakan profesinya seorang jurnalis wajib hukumnya memahami Hak dan kewajibannya dalam menjalan profesinya serta batas-batasan yang berlaku dalam dunia jurnalistik :
-Kode Etik Jurnalistik dari Dewan Pers
Independensi media dan memahami tentang Undang-Undang No.40 Tahun 1999 Tentang Pers, juga seorang jurnalis membekali diri dengan memahami pengetahuan tentang Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) juga pengetahuan umum dan hukum lainnya sebagai revernsi penunjang profesinya sebagai jurnalis yang profesional.
Jurnalis di larang membuat berita bohong dan fitnah atau HOAX.
Dengan cara menjaga keberimbangan
Perlindungan kepada narasumber.
Memahami dan menguasai cara menulis tanpa menggiring opini secara berlebihan sesuai etika produk jurnalistik yang bertanggung jawab.
Ciri-ciri Jurnalis yang profesional:
-Tidak mudah terpancing emosi
-Tidak menerima suap dan gratifikasi
-Tidak memelintir fakta dan data
-Berani mengoreksi kesalahan dengan siap memberikan hak sanggah, ralat dan koreksi baik dari sumber dan pihak terkait yang keberatan dengan produk jurnalistiknya.
Jurnalis harus memiliki kemampuan yang baik dalam soal tulis menulis, karena semakin sering menulis, semakin tajam insting jurnalistik seorang jurnalis.
Yang perlu dilatih:
-Menulis cepat dan rapi, namun berbobot tinggi dari produk jurnalistik yang disajikan secara cepat. Bukan kuantitas tetapi mengedepankan kualitas produk beritanya
-Membuat judul menarik tanpa mendeskritsikan pihak tertentu.
Menyusun alur berita yang enak dibaca
Menggunakan bahasa yang jelas dan tidak bertele-tele namum baku sesuai EYD dan KBBI.
-Menghindari typo dan kalimat ambigu
Untuk menhasah skill jurnalistik cobalah setiap hari:
-Menulis satu berita pendek
-Merangkum konferensi pers
-Membuat feature ringan tentang lingkungan sekitar dan berita daerah
-Kemampuan Lapangan
Jurnalis profesional harus kuat dengan tekanan di lapangan.
Pelajari:
-Cara observasi situasi.
-Cara menghadapi tekanan saat liputan
-Teknik dokumentasi foto/video.
-Manajemen waktu deadline
-Cara membangun jaringan narasumber
Jurnalis yang bagus biasanya menguasai dan memahami :
-Peka terhadap isu
-Cepat membaca situasi
-Tidak takut bertanya
-Bisa menjaga hubungan baik dengan banyak pihak
-Skill Digital Modern
-Sekarang jurnalis tidak cukup hanya menulis saja.
Dan yang penting dipelajari menjadi jurnalis :
-Fotografi jurnalistik
-Editing video dasar
-Desain thumbnail/caption berita
-Media sosial
-SEO berita
-Live report
-Verifikasi digital dan anti-hoaks
Aplikasi yang berguna untuk kegiatan jurnalistik :
-Canva
-Adobe Premiere Pro
-CapCut
-Adobe Photoshop
Memahami dan memiliki pengetahuan Umum, Jurnalis harus memiliki intelektual dan harus luas wawasannya.
Pelajari isu:
-Politik
-Hukum
-Ekonomi
-Sosial
-Budaya
-Kriminal
-Pemerintahan pusat dan daerah
-Teknologi dan isu-isu yang berkembang secara Update.
Semakin luas wawasan dan cerdas pikiran anda, semakin tajam pertanyaan dan tulisan berita anda dalam pembuatan produk jurnalistik yang berkompeten dan bergengsi tinggi, untuk mengumpulkan isu dan fakta dalam membuat produk jurnalistik anda dengan kategori Akurat dan terpercaya.
Jurnalis juga harus memiliki Mental dan Sikap Profesional karena Profesi jurnalis membutuhkan mental yang kuat.
Yang harus dibangun adalah :
-Disiplin deadline
-Berani bertanggung jawab
-Tidak mudah baper terhadap kritik
-Tenang saat menghadapi konflik
-Mampu menjaga rahasia sumber
Cara Melatih Diri dengan langkah praktis yang efektif menjadi jurnalis handal dan profesional :
– Memiliki banyak Literasi dan referensi yang kuat
-Baca berita setiap hari dari banyak media
-Latihan menulis ulang berita
-Ikut organisasi/media kampus atau komunitas
-Belajar langsung dari wartawan senior dengan trackrecord yang baik dan berkompeten dan terpercaya.
-Bangun portofolio tulisan
-Belajar foto dan video lapangan
-Biasakan verifikasi sebelum publikasi
-Membaca banyak Buku sebagai Referensi yang Bagus
Beberapa bacaan bagus untuk seorang jurnalis :
-Elements of Journalism
-Jurnalisme Dasar
-Pedoman Kode Etik dari dewanpers.or.id
Ciri Jurnalis Profesional :
-Cepat tetapi tetap akurat
-Tegas namun sopan.
-Kritis tapi objektif dan beretika.
-Berani tetapi tetap etis berdasarkan fakta dan data.
-Dekat dengan masyarakat, dan multi dimensi dalam pergaulannya.
-Tidak asal viral
Dalam dunia jurnalistik, reputasi seorang jurnalis dibangun dan dilihat dari kepercayaan publik dan produk berkualitas yang di sajikan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Karena sekali berita tidak akurat atau manipulatif, dan bobotnya dipertanyakan juga asal-asalan.
Maka kepercayaan publik bisa hilang kepada seorang yang berprofesi bahkan berdampak kepada media tempat jurnalis bekerja dan berkarya.
Semoga artikel ini, bermanfaat bagi rekan-rekan yang ingin mendalami sebagai profesi sebagai jurnalis yang profesional dan handal.
Penulis : Yusvan Connery, S.H.
Jurnalis pada Media online : Faktanasional.net@Faktakalteng.id