Barito Utara Catat APBD Terbesar di Kalteng, Bupati Shalahuddin: Instrumen Utama Dorong Pembangunan

FAKTA KALTENG – Dirangkum dari berbagai sumber, Faktakalteng.id coba sajikan sebuah informasi sebuah pencapaian yang luar biasa di Kabupaten Utara, Kalimantan Tengah, dengan Bupatinya H Shalahudin yang berhasil mencatatkan capaian yang menonjol dalam pengelolaan keuangan daerah. Sabtu 2 Mei 2026

Berdasarkan data Kaltengpedia, Barito Utara menjadi daerah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah, yakni mencapai Rp3,30 triliun.

Tak hanya dari sisi besaran anggaran, Barito Utara juga mencatatkan realisasi tertinggi di antara kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Hingga periode awal tahun, serapan anggaran telah mencapai Rp725,70 miliar atau sebesar 22,02 persen.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan kesiapan pemerintah daerah dalam mengeksekusi program pembangunan sejak awal tahun anggaran.

Percepatan serapan belanja daerah menjadi indikator penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui peningkatan aktivitas pembangunan dan perputaran uang di masyarakat.

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa APBD memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“APBD ini diharapkan menjadi instrumen kebijakan fiskal yang mampu mendukung pencapaian visi pembangunan Barito Utara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, dan tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan APBD sebagai instrumen pembangunan yang efektif, efisien, dan berkeadilan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati memastikan bahwa jajaran pemerintah daerah telah siap mempercepat tahapan pelaksanaan program, termasuk proses pengadaan barang dan jasa.

“Tim eksekutif sudah bersiap untuk melakukan proses pengadaan. Intinya, program harus segera berjalan,” tegasnya.

Sebagai perbandingan, daerah dengan APBD terkecil di Kalimantan Tengah adalah Kabupaten Sukamara dengan nilai Rp560 miliar dan realisasi Rp61,90 miliar atau 11,09 persen.

Sementara itu, serapan anggaran terendah tercatat di Kabupaten Murung Raya dengan realisasi Rp8,04 miliar dari total APBD Rp1,47 triliun atau sekitar 0,55 persen.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara optimistis mampu mempertahankan tren positif serapan anggaran hingga akhir tahun, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *