Bang Kurik : “Lapor Pak Bupati, Masih Ada Pengecer Yang Jual BBM Harga Tinggi”

Foto Ilustrasi BBM Eceran.
(sumber foto : Google.com)

FAKTA KALTENG – Setelah sempat terjadi antrian yang panjang di SPBU serta kelangkaan BBM juga tingginya harga BBM di tingkat Pengecer yang terjadi beberapa waktu lalu sempat meresahkan warga Kota Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Kali ini, seorang warga Muara Teweh yang biasa di sapa akrab Faktakalteng.id dengan panggilan akrab Bang Kurik saat di kediamannya menginformasikan. Rabu, 31 Desember 2025

“Ternyata menjelang akhir Tahun 2025 dan awal Tahun Baru 2026 ini, masih ada saja, Oknum para pengecer nakal yang menjual BBM jenis Pertalite dan Pertamax dengan harga tinggi. Kemarin bukan hanya saya saja yang mengeluhkan membeli BBM jenis Pertamax di sekitaran kota Muara Teweh dengan harga Rp.22.000 / liternya, setelah saya tawar pengecer mau menurunkan harga menjadi Rp.20.000. Sedangkan untuk jenis BBM Pertalite di jual dengan harga Rp.17.000 / liternya, “Ungkap Bang Kurik dengan nada serius kepada Faktakalteng.id

Selanjutnya bang Kurik menambahkan pendapatnya. Bahwa, “Sepertinya Surat Edaran (SE) Bupati Barito Utara kemarin, kurang efektif dan tidak di indahkan oleh para Pengecer yang masih menjual BBM tidak dengan sesuai dengan harga di dalam Surat Edaran (SE) kemarin, dan kurang Optimalnya kinerja Perangkat daerah yang berwenang dalam memonitor penyaluran suplay dan harga BBM di tingkat pengecer, “Kata bang Kurik menyayangkan hal yang terjadi.

“Selaku warga Barito Utara, saya menyampaikan aspirasi warga masyarakat kecil, kepada Bapak Bupati Barito Utara, H Shalahudin. Agar bisa menyelesaikan permasalahan BBM yang kurang stabil dan menertibkan Pengecer yang menjual BBM jenis Pertalite dan Pertamax dengan harga lumayan tinggi yang mengganggu perekonomian kami masyarakat kecil serta tidak sesuai dengan SE Bupati Barito Utara, “Harap bang Kurik kepada Bupati Barut semoga aspirasinya di respon Pemkab Barut dan Pihak terkait.

Di akhir wawancara, bang kurik menginformasikan, “Pengecer yang menjual BBM dengan harga tidak wajar, selalu berdalih stok yang dijual adalah stok lama waktu beli harga tinggi kemarin. Sedangkan suplai BBM dari Pertamina sudah dua kali lipat, mengapa masih saja harga tidak stabil. Saya berharap ada di buatkan saluran Nomor pengaduan masyarakat terkait ulah Oknum Pengecer nakal yang menjual BBM dengan harga tinggi dan ada tindakan tegas dan sanksi oleh Pemerintah daerah bersama pihak terkait atas mahalnya harga BBM di Pengecer yang sepertinya akan terulang kembali. (Van)

Note : Setiap produk Jurnalistik Faktakalteng.id dibuat tidak menggunakan ChatGPT / AI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *