FAKTA KALTENG – Bertepatan akhir tahun 2024 di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Emak – emak ( Ibu-ibu- Red) mengeluhkan mahalnya harga tabung gas 3 Kg atau tabung gas melon di pasaran. Sabtu, 28 Desember 2024.
Seorang Ibu rumah tangga (IRT) bernama Lidya warga kota Muara Teweh yang berhasil Faktakalteng.id bincangi mengeluhkan bahwa, “Pada bulan November dulu, saya membeli tabung gas melon 3 Kg masih pada harga Rp.28.000,- saja, pada salah satu warung sembako yang ada di kota Muara Teweh, “Jelasnya.
Kemudian Lidya menceritakan, “Keluarga kami dalam penggunaan tabung gas melon 3 Kg itu, hampir satu bulan lebih. Tergantung kebutuhan dan penggunaan sehari-hari kami untuk memasak dan merebus air, “Urainya.
Selanjutnya, Lidya mengatakan, “Saya sangat kaget sekali saat membeli tabung Gas Melon 3Kg di sebuah warung sambako di sekitar tempat tinggal saya, di wilayah Lanjas tadi sore. Harga tabung gas melon 3 Kg, di warung tersebut dipatok dengan harga Rp.50.000,- / tabung. Hal ini’ sangat berdampak langsung dan memberatkan perekonomian keluarga kami. Terpaksa saya beli saja, meskipun mahal’ agar bisa memasak untuk keluarga dirumah. Harga kebutuhan hidup sehari-hari seperti sembako dan lain-lain, termasuk harga tabung gas melon saat ini di Muara Teweh sangat tidak stabil dan mahal. Itu sangat berdampak langsung pada ekonomi dan pendapatan kami, “Beber Lidya.
Lidya mengharapkan, “Kepada pihak Pemerintah daerah Barito Utara, serta pihak terkait yang memiliki kewenangan dalam menstabilkan harga sembako dan mahalnya harga tabung gas melon di tingkat pengecer, apakah suplai tabung gas 3Kg di Barito Utara tidak terpenuhi sehingga terjadi kelangkaan yang mengakibatkan harga tabung gas melon di tingkat pengecer sangat melonjak 2 kali lipat sekali, “Harapnya.
Berdasarkan pantauan Faktakalteng.id langsung dilapangan, memang benar, harga penjualan tabung gas Melon 3Kg di tingkat pengecer rata – rata, menjual dengan harga Rp.50.000,- / tabungnya dan sering ditingkat pengecer mengatakan stok jualannya untuk gas melon kosong. Akibat kekosongan tersebutlah para pengecer menjual dengan harga yang tidak sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang telah di tetapkan oleh Pemda Barut dan dinas terkait, para pedagang dan pengecer mengatakan saat Faktakalteng.id wawancarai singkat, “Kami terpaksa menjual dengan tinggi harga tersebut, akibat dari langkanya ketersediaan suplai tabung di tingkat agen dan distributor, kami kesulitan untuk mendapatkan stok tabung gas Melon, sehingga kami terpaksa membeli dari para pelangsir tabung gas, untuk memenuhi stok tabung gas melon untuk jualan di warung kami. “Kata salah seorang pedagang yang menjual tabung Gas melon yang namanya tidak mau dituliskan. (Van**).

