Truk Batubara PT SEAL Terguling di Tumbang Marak, Jalan Rusak Parah dan Listrik Padam Rugikan Warga

FAKTA KALTENG – Sebuah truk pengangkut batubara milik PT Sumber Energi Alam Lestari (SEAL) mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan umum Desa Tumbang Marak, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah pada Jumat 1 Mei 2026 malam 2 hari yang lalu, sekitar pukul 21.00 WIB.

Insiden tersebut diduga dipicu oleh muatan truk yang melebihi batas tonase. Kendaraan berat itu melintas di jalan umum yang sejatinya digunakan untuk aktivitas masyarakat sehari-hari, bukan jalur khusus angkutan tambang.

Akibatnya, kondisi jalan di wilayah tersebut kini mengalami kerusakan parah, dengan permukaan tidak rata, berlubang, dan sejumlah titik yang hancur.

Menurut informasi yang dihimpun oleh Faktakalteng.id dari sumber, beban berlebih yang dibawa truk, ditambah kondisi jalan yang rusak, membuat kendaraan sulit dikendalikan hingga akhirnya oleng dan terbalik di pinggir jalan.

Dalam kejadian itu, badan truk turut menabrak tiang listrik hingga miring dan mengganggu jaringan kabel di sekitarnya.

Seorang saksi mata berinisial N menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sopir truk mengalami luka ringan berupa lecet di beberapa bagian tubuh.

“Tidak ada korban jiwa, hanya sopir luka ringan,” ujarnya singkat.

Dampak dari kecelakaan ini cukup luas, aliran listrik di wilayah Desa Tumbang Marak dan sekitarnya langsung padam sejak malam kejadian dan belum pulih hingga beberapa jam kemudian.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.

Sejumlah pedagang terpaksa menghentikan aktivitas usahanya pada malam hari. Bahkan, kerugian materi juga dialami akibat rusaknya bahan makanan yang disimpan dalam lemari pendingin.

“Es krim jualan mencair, ikan juga jadi busuk. Kami rugi besar,” keluh salah seorang warga.

Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan hilangnya jaringan sinyal telepon seluler yang turut terganggu akibat padamnya listrik, sehingga komunikasi menjadi terhambat.

Warga menilai aktivitas angkutan batubara PT SEAL selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan di wilayah mereka. Selain memperparah kondisi infrastruktur, hal ini juga meningkatkan risiko kecelakaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah penanganan konkret dari pihak perusahaan maupun instansi terkait. Masyarakat berharap manajemen PT Sumber Energi Alam Lestari dan pemerintah daerah segera mengambil tindakan, mulai dari perbaikan jalan, pemulihan aliran listrik, hingga pemberian ganti rugi atas kerugian yang dialami warga.

Selain itu, warga juga mendesak adanya pengawasan ketat terhadap jalur angkutan tambang serta pembatasan muatan kendaraan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(END)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *