Foto : Tokoh Adat Dayak Barito Utara, Suria Baya atau Om SBY Berada di antara warga yang berpolemik sedang menengahi.
FAKTA KALTENG – Setelah sempat memanas situasi antara warga Desa Bintang Ninggi II yang bekerja Mooring pada Jetty PT BIMA dan saudara Setahan Awingnu yang melakukan Hinting adat untuk mendapatkan kejelasan terkait status lahan Jetty dan perpanjangan sewa lahan dari PT BIMA akhirnya di tengahi oleh Tokoh Dayak Barito Utara, Suria Baya (om SBY). Selasa, 23 Desember 2025
Kedatangan om SBY di sambut baik dan di terima dengan terbuka, oleh warga Bintang Ninggi II, karena kedatngan om SBY dengan itikad yang baik dan di sambut teriakan warga yang antusias menyambut kedatangannya dengan kata “Hidup…!!! Suria Baya.”
Kepada Faktakalteng.id di lapangan, om SBY menyatakan. Bahwa, “Kehadiran saya pada hari ini, berangkat dari rasa prihatin yang atas kejadian beberapa hari yang lalu, karena di lokasi ini, saya ketahuai suasananya sempat memanas, antara Warga Desa Bintang II yang bekerja di Mooring dan saudara Awingnu, dan saya ingatkan kepada PBS baik pertambangan, Perkebunan, dan HPH yang beroperasi di Barito Utara jangan coba – coba menciptakan benturan – benturan konflik di masyarakat Barito Utara yang dapat merugikan masyarakat dan membuat kurang stabil situasi di daerah kita, “kata Tokoh Dayak yang Humble namun di hormati dan tegas itu secara serius mengingatkan.

“Saya di sini, memposisikan diri netral sebagai penengah terkait Polemik yang terjadi di antara warga yang berpolemik, Alhamdulillah, dan Puji Tuhan, kedua belah pihak mau menerima dan mendengarkan apa yang saya sampaikan, dan akhirnya tercapailah kata sepakat di antara mereka. Bahkan yang tadinya mereka berseberangan akhirnya berencana akan ikut membantu saudara Awingnu, untuk mendesak pihak PT BIMA dan pihak terkait lainnya agar secepatnya menyelesaikan kewajiban mereka terkait persoalan status dan sewa lahan Jetty miliknya agar persoalan tidak berlarut -larut, “Beber Om SBY dengan nada serius mengingatkan pihak terkait.
Di sisi lain Taufik Rahman Kepala Desa Bintang Ninggi II, juga sangat mengapresiasi kehadiran dan langkah yang di tempuh tokoh yang di anggap Orang tua oleh kebanyakkan warga Dayak Barito Utara itu.
“Alhamdulillah, dengan hadirnya Om SBY selaku tokoh Dayak yang di tuakan di lapangan kali ini, hal – hal yang tidak kita inginkan bisa diredam dengan kepala dingin, dan berakhir dengan kata sepakat dan semua pihak bisa tersenyum, dengan hati yang teduh di bawah teriknya matahari, “beber Kades muda desa Bintang Ninggi II itu.
Setelah melalui serangkaian negoisasi, dan kesepakatan antara kedua belah pihak, maka tercapailah kesepakatan dengan sama – sama menjunjung tinggi itikad yang baik, akhirnya semua pihakpun tenang. Bahkan rencananya, atas inisiatif om SBY akan di adakan pertunjukan hiburan di lapangan Desa Bintang Ninggi II sebagai ungkapan rasa syukur.

Namun, meskipun polemik kedua kubu bisa terselesaikan dengan semua tersenyum, persoalan antara saudara Setahan Awingnu dan pihak PT BIMA masih belum selesai, dengan di saksikan kades Bintang Ninggi II serta om SBY serta tokoh masyarakat yang hadir, Operasiaonal Kompeyor PT BIMA akan di berhentikan dulu kedepannya, dengan di serahkannya piring putih tanda denda adat sebagai tanda bukti telah di sepakati antara saudara Setahan Awingnu dan perwakilan PT BIMA yang menerima yaitu Manager Jetty saudara Dadang yang hadir mewakili manajemen PT BIMA untuk bisa secepatnya menyelesaikan permasalahan.
Sebagai cacatan, Operasiaonal Konpeyor PT BIMA saat ini, yang sedang memuat batubara ke dalam tongkang di berikan konpensasi oleh saudara Awingnu, untuk menyelesaikan mengisi batubara penuh kedalam tongkang. Dan setelah selesai, pengisian tongkang terakhir hari ini. Maka operasional konpeyor akan di berhentikan sementara, sampai adanya penyelesaian masalah antara saudara Setahan Awingnu dan pihak PT BIMA dan pihak terkait lainnya. (Van)
Note : Setiap produk jurnalistik Faktakalteng.id, di buat tanpa menggunakan Chatgpt / AI.




